Home BERITA Astaga!!Ditolak KUA Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan

Astaga!!Ditolak KUA Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan

141
0
SHARE

Astaga!!Ditolak KUA Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan. Dua pelajar SMP mendaftarkan diri untuk menikah.

Di kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Sang remaja lelaki masih berusia 15 tahun 10 bulan, sedangkan yang perempuan berusia 14 tahun 9 bulan.

Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan

Penghulu Fungsional KUA Kecamatan Bantaeng Syarif Hidayat mengatakan, KUA sempat menolak dengan mengeluarkan blanko N9 atau penolakan pencatatan.

Karena usia calon mempelai masih di bawah umur. “Ini pertama kalinya saya dapat ada calon pengantin semuda ini.

Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan

Usianya kan di bawah yang dipersyaratkan, apalagi ini dua-duanya sangat muda,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2018).

Persiapkan diri anda untuk Menyambut Piala dunia 2018 Bersama kami “IBOSPORT” dengan mendaftarkan id di : 

DAFTAR DI SINI!!

Bursa Taruhan Piala Dunia 2018

VIDEO, Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan

Meski sempat ditolak, perjuangan kedua remaja ini tak berhenti. Pihak keluarga lalu mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng.

“Sempat ditolak, karena usia keduanya masih belum cukup. Tapi rupanya mengajukan dispensasi dan disetujui oleh Pengadilan Agama,” lanjut Syarif.

Dua Pelajar SMP Kebelet Kawin banding ke Pengadilan

Dispensasi itu membuat KUA tak memiliki alasan lagi untuk tidak memproses rencana pernikahan keduanya.

Menurut Syarif, keduanya memang ingin segera menikah karena keinginan sendiri. Oleh karena itu, keduanya lalu sudah diikutkan dalam bimbingan perkawinan, Kamis (12/4/2018).

Bursa Taruhan Piala Dunia 2018 l Fifa World Cup 2018 l Agen Judi Terpercaya l IBOSPORT l Situs Judi Piala Dunia 2018 l Pialadunia180.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here